Harga Cabai Rawit Naik, Inflasi Mamuju Tercatat 0,11 Persen pada September 2026 - Berita dan Siaran Pers - Badan Pusat Statistik Kabupaten Mamuju

Jangan memberikan atau menerima gratifikasi dalam bentuk apapun. Jaga integritas bersama! Ingin Data Statistik BPS Mamuju?Silakan datang ke Pelayanan Statistik Terpadu (PST) di:Kantor BPS Kabupaten MamujuAlamat: Jl. Trans Sulawesi, Lingk. Timbu, Kel. Mamunyu, Kec. Mamuju, Kabupaten Mamuju.Jam Layanan: Hari kerja, pukul 08.00 - 15.30 WITA.Kami siap melayani kebutuhan data Anda!

Telah dibuka Portal Inflasi Mamuju, wadah interaktif untuk pengguna data memahami dan menggunakan data inflasi lebih bijak. Klik Disini!

Sampaikan saran dan pengaduan kamu untuk pelayanan BPS yang lebih baik pada link: Saran dan Pengaduan

Beranda

Produk - Berita dan Siaran Pers

Harga Cabai Rawit Naik, Inflasi Mamuju Tercatat 0,11 Persen pada September 2026

Harga Cabai Rawit Naik, Inflasi Mamuju Tercatat 0,11 Persen pada September 2026

Harga Cabai Rawit Naik, Inflasi Mamuju Tercatat 0,11 Persen pada September 2026

1 Oktober 2026 | Kegiatan Statistik Lainnya


Mamuju, 1 Oktober 2026 – Harga sejumlah kebutuhan masyarakat di Kabupaten Mamuju kembali mengalami kenaikan pada September 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mamuju mencatat inflasi sebesar 0,11 persen secara bulanan (month-to-month). Kenaikan tersebut tercermin dari Indeks Harga Konsumen (IHK) yang meningkat dari 112,81 pada Agustus menjadi 112,93 pada September 2026. Secara kumulatif sejak awal tahun (year-to-date), Mamuju mengalami inflasi sebesar 2,49 persen. Sementara itu, dibandingkan September 2025, inflasi tahunan (year-on-year) tercatat sebesar 3,72 persen.


Cabai rawit jadi penyumbang terbesar. Jika dilihat secara bulanan, kenaikan harga pada September terutama berasal dari Kelompok Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran yang mengalami inflasi sebesar 1,94 persen dan memberikan andil 0,14 persen. Kelompok Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga juga mengalami inflasi sebesar 0,15 persen, dengan andil 0,03 persen.

Dari sisi komoditas, cabai rawit menjadi penyumbang terbesar inflasi bulanan, dengan andil mencapai 0,26 persen. Komoditas lain yang turut mendorong inflasi adalah pisang, cabai merah, telur ayam ras, ikan ekor kuning, dan udang basah. Namun, sejumlah komoditas justru mengalami penurunan harga. Ikan cakalang memberikan andil deflasi sebesar 0,20 persen, disusul ikan layang (-0,17 persen) dan ikan bandeng (-0,05 persen). Penurunan harga komoditas tersebut membantu menahan laju inflasi Mamuju pada September.


Inflasi tahunan capai 3,72 persen. Secara tahunan, inflasi Mamuju pada September 2026 mencapai 3,72 persen. Hampir seluruh kelompok pengeluaran mengalami inflasi. Tiga kelompok dengan andil terbesar adalah Makanan, Minuman, dan Tembakau dengan andil 1,69 persen, Transportasi sebesar 0,47 persen, serta Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran sebesar 0,37 persen. Komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi tahunan antara lain ikan layang, cabai rawit, sigaret kretek mesin (SKM), ikan cakalang, angkutan udara, dan telepon seluler. Sementara itu, ikan katamba, beras, dan bawang merah menjadi komoditas yang memberikan andil negatif terhadap inflasi tahunan.

Perkembangan September menunjukkan bahwa fluktuasi harga pangan masih menjadi bagian penting dalam pergerakan inflasi Mamuju, dengan kenaikan harga cabai dan sejumlah komoditas pangan lainnya menjadi pendorong utama inflasi bulanan. Di sisi lain, penurunan harga beberapa jenis ikan turut menahan laju kenaikan harga secara keseluruhan.

Badan Pusat Statistik

Badan Pusat Statistik

BPS Kabupaten MamujuJl. Trans Sulawesi Lingkungan Timbu Kelurahan Mamunyu Kecamatan Mamuju Sulawesi Barat 91511Telp. :081210007604 Mailbox : [email protected] Homepage : http://mamujukab.bps.go.id

logo_footer

Government Public Relation

Sumber dari Kementerian Komunikasi dan Digital

Hak Cipta © 2023 Badan Pusat Statistik